ArticleAnalisis SWOT Kuantitatif pada Pengembangan Produk Pangan

May 26, 2020by admin0

Setiap pelaku bisnis tentu ingin bisnisnya berkembang dan secure. Untuk mendukung tujuan tersebut, strategi yang tepat sasaran diperlukan agar bisnis dapat berkembang, dan tetap survive di industry, baik dari sisi competitor, maupun inovasi. Analisis SWOT dan studi pasar merupakan strategy tools atau instrument untuk menentukan strategi bisnis yang tepat bagi sebuah perusahaan. SWOT terdiri dari 4 aspek, yaitu Strength dan Weakness sebagai faktor internal, dan Opportunities dan Threats sebagai faktor internal

  1. Pentingnya Analisis SWOT pada Pengembangan Produk Pangan Baru

Analisis SWOT berperan penitng dalam dua hal, yaitu penyusunan rencana yang akan berpengaruh terhadap keputusan finance, branding, marketing strategy, dan diversifikasi produk. Selain itu, Analisis SWOT juga berperan dalam menentukan sikap perusahaan dalam rangka bertahan di industry, baik dari segi pricing, kualitas, dan daya saing dengan competitor.

Kita akan menggunakan Cascara Tisane sebagai studi kasus. Setelah melakukan Analisis SWOT, akan mengetahui kelebihan produk adalah sebagai minuman kesehatan yang dicari orang dewasa dan lansia. Kemudian   akan mencari tahu perilaku target konsumen, misalkan orang dewasa dan lansia di perkotaan lebih sering menggunakan social media dibanding TV. Setelah itu, perusahaan dapat menetapkan bahwa strategi branding akan dioptimasi melalui platform social media

  1. Jenis-jenis Analisis SWOT

Analisis SWOT terdiri dari dua jenis, yaitu traditional atau Analisis SWOT secara kualitatif, dan jenis yang dimodifikasi atau Analisis SWOT secara kuantitatif. Aspek yang menjadi pembeda diantara keduanya adalah luaran yang dihasilkan setelah analisis. Pada SWOT kualitatif, luaran yang dihasilkan adalah informasi mengenai S, W, O, T pada produk atau bisnis yang menjadi objek analisis. Sementara luaran SWOT termodifikasi atau SWOT kuantitatif adalah informasi terkait S, W, O, dan T, formulasi strategi, pilihan strategi alternatif, prioritas strategi alternatif dan strategi terbaik yang dapat dipilih dan diterapkan.

Bagaimana dengan penggunaan kedua jenis Analisis SWOT ini?

SWOT kualitatif dapat digunakan di tahap desain produk awal, atau sebelum ada rencana produksi dan pemasaran. Pada umumnya, pada pengembangan produk pangan baru, akan dilakukan analisis SWOT kualitatif untuk menunjukan value produk yang direncanakan, dan alasan logis mengapa produk tersebut prospektif.

SWOT kuantitatif yang lebih advance dapat gunakan pada saat perencanaan produk lanjutan, dimana sudah ada wacana serius untuk produksi dan pemasaran. Karena seperti yang kita ketahui, kita harus mengalokasikan seluruh sumberdaya perusahaan secara efisien, sehingga memilih strategi terbaik adalah hal yang krusial.

Pada artikel ini, akan dibahas SWOT kuantitatif yang mengintegrasikan tiga matrix, yaitu IFE dan EFE, SWOT, dan QSPM.

  1. Langkah-langkah Analisis SWOT Kuantitatif

Sebelumnya, perlu diketahui beberapa istilah dalam analisis SWOT kuantitiatif ini, yaitu

  • Aspek : S, W, O, atau T
  • Key factors : penjabaran dari aspek S, W, O, dan T
  • Strategi alternatif : formulasi dari dua aspek S, W, O, dan T
  • IFE Matrix : Internal Factors Evaluation Matrix
  • EFE Matrix : External Factors Evaluation Matrix

3.1 Internal and External Factors Evaluation Matrix

Matrix ini berisi tentang daftar faktor internal (strength and weakness), dan faktor external (opportuinities and threats). Tidak sampai disitu, seluruh faktor akan diberikan bobot, atau nilai yang mengindikasikan ‘seberapa berpengaruh’ faktor tersebut. Kemudian nilai bobot tersebut akan dikalikan dengan nilai rating, semacam faktor kali yang mengindikasikan ‘seberapa penting’ faktor terssebut. Hasil kali kemudian dijumlahkan, untuk memperoleh nilai internal dan external faktors.

Bagaimana cara mendesain IFE dan EFE matrix?

  1. Identifikasi key internal and external factors dari produk.
  2. Berikan weight atau bobot dari setiap key internal and external faktors yang diperoleh dari nilai 0,00 – 0,2. Bobot seluruh 2 faktor pada matrix harus berjumlah 1.
  3. Lakukan proses rating pada skala 1-4 untuk seluruh faktor. Skala 1-4 mengindikasikan “seberapa penting” faktor tersebut. Skala 1 menunjukan major weakness atau major threats, skala 2 menunjukan minor weakness atau minor minor threats. Sedangkan skala 3 menunjukan minor strength, atau minor opportunities. Skala 4 menunjukkan major strength atau major opportunities.
  4. Keempat, kalikan nilai bobot dengan rating untuk seluruh faktor.
  5. Kelima, jumlahkan total nilai bobot kali rating untuk seluruh faktor.
  6. Terakhir hitung nilai internal dan nilai eksternal, dengan mencari selisih antara nilai total bobot kali rating dari dua faktor pada kedua matrix.

Kemudian apa yang dapat interpretasikan dari IFE dan EFE matrix? Pertama adalah kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan terbesar produk, kedua adalah posisi produk di pasar

3.2 Menentukan Jenis Strategi Bisnis yang Dapat Digunakan Perusahaan

Pada tahap sebelumnya, dieroleh nilai internal dan external. Adapun nilai internal adalah 1,64, dan nilai esksternal 1,26. Selanjutnya nilai internal ini diinterpretasikan sebagai nilai sumbu X, sedangkan faktor eksternal sebagai sumbu Y. Sehingga jika dibuat intersection, atau titik potong, akan diperoleh titik potong/intersection pada koordinat (1.64, 1,26).

Koordinat inilah yang akan digunakan untuk menentukan strategi yang akan digunakan. Bagaimana caranya?

Pada Gambar 2, terdapat empat kuadran yang dibentuk oleh sumbu X yang merupakan faktor internal (strength dan weakness), dan sumbu Y yang merupakan faktor eksternal (opportunities dan threats). Dapat diketahui bahwa keempat kuadran mewakili masing masing satu jenis strategi, dari agresive hingga defensive.

Keempat kuadran terbagi menjadi 4 area berdasarkan kombinasi nilai sumbu X dan Y sebagai berikut

  • Kuadran 1 : X positif Y positif
  • Kuadran 2 : X negative Y positif
  • Kuadran 3 : X negatf, Y negatif
  • Kuadran 4 : X positif, Y negatif

Perlu digarisbawahi, bahwa jenis strategi ini masih secara umum, belum terlalu spesifik. Selain itu, luaran dari tahap ini belum menunjukkan mana strategi terbaik untuk perusahaan. Untuk itu, beralih ke tahap selanjutnya.

3.3 Mendesain SWOT Matrix

SWOT Matrix merupakan tahap formulasi strategi. Sederhananya, formulasi yang dimaksud adalah merumuskan strategi alternatif untuk mengoptimalisasi key faktors dari dua aspek. Sebagai contoh, tabel kuning di slide merupakan daftar strategi alternatif yang dirumuskan berdasarkan faktor-faktor opportunities di sebalah kiri dan strength di atasnya.

SWOT Matrix dibagi kedalam empat kuadran, yaitu

  • Kuadran 1 : Alternative strategy untuk S/O, merupakan kategori aggressive strategy
  • Kuadran 2 : Alternative strategy untuk W/O, merupakan kategori development strategy
  • Kuadran 3 : Alternative strategy untuk S/T, merupakan kategori defensive strategy
  • Kuadran 4 : Alternative strategy untuk W/T, merupakan diversification strategy

Dapat dipahami bahwa kuadran pada SWOT Matrix merupakan penjabaran dari keempat jenis strategi dalam kuadran yang sama saat penentuan jenis strategi sebelumnya. Sehingga dari SWOT Matrix ini dapat disimpulkan bahwa secara spesifik, strategi alternatif yang dapat   ambil adalah pada kuadran 1 (Q1), yaitu

  • SO1 : Innovation with broaden product and claim
  • SO2 : Broaden the collaboration with various supplier
  • SO3 : Intensive healthy lifestyle with tisane campaign
  • SO4 : Improve production quality and quantity
  • SO5 : International market expansion
  • SO6 : Gain the partnership with similar company
  • SO7 : Maintain good relation with partner

3.4 Mendesain QSPM

QSPM merupakan singkatan dari Quantitative Strategic Programming Matrix, dimana pada tahap ini   akan menentukan strategi terbaik dari beberapa strategi alternatif yang sudah   peroleh di tahap sebelumnya (7 strategi alternatif S/O). Langkah-langkah mendesain QSPM adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, buat kolom key faktors dari S1 – T7 beserta bobotnya berdasarkan IFE dan EFE matrix.
  2. Tentukan nilai AS, dengan ketegori seperti yang tercantum pada gambar. Nilai AS disini mengindikasikan ‘seberapa berkaitan’ sebuah faktor terhadap strategi alternatif. Sebagai contoh, bagaimana kaitan antara faktor S1 (Healthy Product) terhadap strategi alternatif SO2, (memperluas kolaborasi dengan berbagai partner). Secara subjektif, dapat menilai bahwa faktor ini tidak berkaitan, baik dalam hal marketing, quality, branding, atau hal lainnya, sehingga  beri nilai 1, atau tidak berkaitan.
  3. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS masing-masing faktor untuk mencari nilai TAS. Begitu seterusnya hingga kolom strategi alternatif terakhir.
  4. Hitung nilai STAS, dengan menjumlahkan nilai TAS dari masing masing strategi alternatif
  5. Lakukan proses ranking dari nilai terbesar hingga terkecil.

3.5 Menentukan Strategi Terbaik berdasarkan QSPM

Simpulan

Analisis SWOT kuantitatif berbeda dengan analisis SWOT kualitatif (tradisional) dalam hal metodologi, dan luaran yang dihasilkan. Analisis SWOT kuantitatif bertujuan untuk menentukan strategi terbaik yang dapat diambil dan digunakan oleh perusahaan dalam rangka bertahan dan berkompetisi di industri. Analisis SWOT kuantitatif dapat dilakukan menggunakan tiga matrix, yaitu IFE dan EFE, SWOT, dan QSPM.

Ditulis oleh: Fatimah | Chief Innovation Officer at AGAVI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

+62 859-3344-0741
contact@agavi.id
Jl. Jendral Ahmad Yani No. 669 Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung. 40125.

Business Inquiries

+62 859-3344-0741

2020 © PT Agritama Sinergi Inovasi